Blog

  • Bagaimana Cara Memperbaiki Diri Menurut Islam? 4 Langkah Awal yang Bisa Kamu lakukan!

    Bagaimana Cara Memperbaiki Diri Menurut Islam? Ini Langkah yang Bisa Dimulai Hari Ini

    Pernah merasa hidup seperti berjalan tanpa arah?

    Ada masa ketika seseorang mulai sadar bahwa dirinya perlu berubah. Bukan karena hidupnya paling buruk, tetapi karena ia merasa ada yang perlu diperbaiki. Ibadah terasa biasa saja, kebiasaan kurang baik masih sering dilakukan, dan target hidup belum jelas ke mana.

    Kondisi seperti ini sebenarnya tidak aneh.

    Pertanyaan mulai muncul di kepala ketika berada di titik ini, Bagaimana cara memperbaiki menurut islam?

    Kabar baiknya, Islam tidak mengajarkan perubahan instan. Rasulullah ﷺ mengajarkan proses. Sedikit demi sedikit, tetapi terus bergerak menuju kebaikan.

    Mulailah Dengan Jujur Melihat Diri Sendiri

    bagaimana cara memperbaiki diri

    Mengakui bahwa kita manusia dan punya kekurangan tidak menjadikan kita lemah apalagi berdosa

    Karena hal itu bisa menjadi langkah pertama bagi diri untuk berdamai dengan apa yang kita miliki.

    Sering kali yang membuat seseorang sulit berubah bukan karena tidak tahu mana yang benar, tetapi karena terlalu sibuk mencari kesalahan orang lain.

    Allah berfirman:

    “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

    Ayat ini menunjukkan bahwa perubahan selalu dimulai dari dalam diri.

    Coba luangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk mengevaluasi diri.

    Tanyakan:

    • Kebiasaan buruk apa yang masih sering dilakukan?
    • Ibadah apa yang masih sering ditinggalkan?
    • Sikap apa yang perlu diperbaiki?

    Semakin jujur seseorang terhadap dirinya sendiri, semakin mudah proses perbaikannya.

    Perbaiki Hubungan Dengan Allah Dari Hal yang Wajib

    bagaimana cara memperbaiki diri

    Banyak orang ingin menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi langsung fokus pada amalan besar.

    Padahal fondasi utamanya adalah ibadah wajib.

    Jika sedang mencari bagaimana cara memperbaiki diri menurut Islam, mulailah dari:

    • Menjaga shalat lima waktu
    • Belajar membaca Al-Qur’an dengan lebih baik
    • Menjauhi hal yang jelas dilarang Allah
    • Membiasakan dzikir sederhana setelah shalat

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Karena itu jangan terburu-buru membuat target yang terlalu besar.

    Fokus pada konsistensi.

    Baca Juga : PENTING KAMU TAU! Ini Dalil Tentang Keutamaan Sedekah Harta dalam Islam

    Biasakan Meninggalkan Satu Kebiasaan Buruk Secara Bertahap

    Salah satu langkah praktis memperbaiki diri dalam Islam adalah mengurangi kebiasaan buruk yang paling sering dilakukan.

    Tidak harus semuanya sekaligus.

    Misalnya:

    • Mengurangi ghibah
    • Mengurangi konten yang tidak bermanfaat
    • Mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan
    • Mengurangi perkataan yang menyakiti orang lain

    Perubahan kecil yang dilakukan terus-menerus biasanya lebih bertahan lama dibanding perubahan besar yang hanya bertahan beberapa hari.

    Cari Lingkungan yang Membantu Bertumbuh

    bagaimana cara memperbaiki diri

    Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap proses perubahan seseorang.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Seseorang itu mengikuti agama teman dekatnya. Maka lihatlah dengan siapa ia berteman.” (HR. Abu Dawud)

    Jika ingin memperbaiki diri, cobalah lebih banyak berada di lingkungan yang mendorong kebaikan.

    Tidak harus langsung berganti seluruh lingkaran pertemanan.

    Mulailah dengan menambah teman yang memiliki semangat belajar dan bertumbuh.

    Perbaiki Akhlak Sebelum Mengejar Pengakuan

    Ketika membahas bagaimana cara memperbaiki diri menurut Islam, banyak orang fokus pada ilmu tetapi lupa pada akhlak.

    Maka pada pembahasan bagaimana cara memperbaiki diri menurut islam. Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)

    Perhatikan hal-hal sederhana seperti:

    • Menepati janji
    • Berkata jujur
    • Menghormati orang tua
    • Menghargai pasangan
    • Menjaga amanah

    Akhlak yang baik seringkali menjadi tanda nyata bahwa seseorang sedang bertumbuh.

    Biasakan Membaca dan Mempelajari Ilmu yang Bermanfaat

    Perubahan yang bertahan lama biasanya didukung oleh ilmu.

    Karena itu, luangkan waktu untuk belajar meskipun hanya beberapa menit setiap hari.

    Bisa melalui:

    • Membaca Al-Qur’an beserta terjemahnya
    • Membaca buku Islami
    • Mengikuti kajian terpercaya
    • Membaca artikel yang menambah pemahaman agama

    Semakin baik pemahaman seseorang, semakin mudah ia mengambil keputusan yang benar.

    Latih Diri Untuk Peduli Kepada Orang Lain

    Cara memperbaiki diri menurut Islam tidak hanya berkaitan dengan diri sendiri.

    Ada juga hubungan dengan sesama manusia.

    Salah satu bentuk latihan yang bisa dilakukan adalah memperbanyak sedekah dan kepedulian sosial.

    Sedekah tidak selalu tentang uang.

    Baca Juga : MASIH RAGU BERSEDEKAH? Ini Alasan Kita Harus Bersedekah

    Membantu orang lain, berbagi makanan, atau mendukung program sosial umat juga termasuk bentuk kebaikan.

    Di Indonesia, banyak Muslim menyalurkan kepedulian mereka melalui lembaga sosial dan program kemaslahatan umat seperti Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmuslimbillionaire) yang membantu mempertemukan semangat berbagi dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan. 

    Ketika seseorang terbiasa memberi manfaat kepada orang lain, hatinya juga ikut dibentuk menjadi lebih baik.

    Jangan Menunggu Menjadi Sempurna Untuk Berubah

    Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menunggu waktu yang tepat.

    Menunggu lebih siap.

    Menunggu lebih kuat.

    Menunggu lebih baik.

    Padahal tidak ada manusia yang sempurna.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Setiap anak Adam pasti pernah berbuat salah. Dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah mereka yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi)

    Karena itu, mulailah dari langkah yang paling mudah.

    Satu kebiasaan baik hari ini lebih berharga daripada seratus rencana yang tidak pernah dilakukan.

    Maka, bagaimana cara memperbaiki diri menurut Islam?

    Mulailah dengan jujur melihat diri sendiri, memperbaiki ibadah wajib, meninggalkan kebiasaan buruk secara bertahap, memilih lingkungan yang baik, memperbaiki akhlak, menambah ilmu, dan membiasakan kepedulian kepada sesama.

    Islam tidak meminta kita berubah dalam semalam.

    Islam mengajarkan proses perbaikan yang dilakukan sedikit demi sedikit tetapi terus bergerak menuju Allah.

    Karena menjadi pribadi yang lebih baik bukan tentang siapa yang paling cepat berubah.

    Tetapi siapa yang terus berusaha memperbaiki dirinya sampai akhir hayat.

    Kontak Media:

    Instagram : @masjidmuslimbillionaire
    Facebook : Masjid Muslim Billionaire
    Youtube : Masjid Muslim Billionaire
    Whatsapp : +628528542520

  • Apa Itu Puasa Asyura dan Tasua? Kenali Makna dan Posisinya dalam Islam 

    Banyak yang Menjalankannya, Tapi Belum Tentu Tahu Maknanya

    Seorang anak muda pernah bertanya kepada ustaz di sebuah kajian.

    “Ustaz, saya sering dengar puasa Asyura dan Tasua setiap Muharram. Tapi sebenarnya apa itu puasa Asyura dan Tasua?”

    Pertanyaan itu mungkin juga pernah muncul di benak abang, kakak, ayah, atau bunda.

    Menariknya, banyak Muslim sudah mengenal nama puasa Asyura dan Tasua sejak lama, tetapi belum memahami asal-usul istilah tersebut, maknanya secara bahasa, serta mengapa Rasulullah SAW menganjurkannya.

    Karena itulah artikel ini akan fokus membahas apa itu puasa Asyura dan Tasua tanpa terlalu jauh masuk ke pembahasan jadwal, keutamaan, ataupun tata cara pelaksanaannya.

    Baca Juga : Bulan Muharram Adalah Apa? Ini Makna, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan

    Puasa Asyura Adalah Apa?

    apa itu puasa asyura dan tasua

    Untuk memahami apa itu puasa Asyura dan Tasua, kita perlu mengenal keduanya satu per satu.

    Arti Asyura Secara Bahasa

    Kata “Asyura” berasal dari bahasa Arab عاشوراء (‘Asyura’).

    Mayoritas ulama menjelaskan bahwa istilah ini berkaitan dengan angka sepuluh.

    Karena itu Asyura merujuk pada hari ke-10 dalam bulan Muharram.

    Dari sinilah muncul istilah puasa Asyura, yaitu puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram.

    Puasa Asyura Secara Istilah

    Dalam istilah syariat Islam, puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk ibadah yang dicontohkan Rasulullah SAW.

    Puasa ini telah dikenal sejak masa Nabi Muhammad SAW dan menjadi salah satu puasa sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.

    Baca Juga : Apa Saja Puasa Sunnah di Bulan Muharram? Ini 4 Jadwal dan Keutamaannya 

    Ketika orang mencari informasi tentang apa itu puasa Asyura dan Tasua, biasanya puasa Asyura menjadi pembahasan yang paling sering dicari karena namanya lebih populer di kalangan masyarakat Muslim.

    Puasa Tasua Adalah Apa?

    apa itu puasa asyura dan tasua

    Setelah memahami puasa Asyura, pembahasan berikutnya dalam memahami apa itu puasa Asyura dan Tasua adalah mengenal puasa Tasua.

    Arti Tasua Secara Bahasa

    Kata “Tasua” berasal dari bahasa Arab تاسوعاء (Tasu’a).

    Istilah ini berkaitan dengan angka sembilan.

    Karena itu Tasua merujuk pada hari ke-9 bulan Muharram.

    Dari sinilah lahir istilah puasa Tasua, yaitu puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram.

    Puasa Tasua Secara Istilah

    Dalam syariat Islam, puasa Tasua adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharram.

    Puasa ini sering dikaitkan dengan anjuran Rasulullah SAW untuk membedakan praktik puasa umat Islam dari tradisi yang dilakukan oleh kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

    Karena itu, ketika membahas apa itu puasa Asyura dan Tasua, keduanya hampir selalu disebut secara berpasangan.

    Dalil Tentang Puasa Asyura dan Tasu’a

    Agar pemahaman tentang apa itu puasa Asyura dan Tasua semakin lengkap, mari melihat dalil yang menjadi dasar puasa tersebut.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.”

    (HR. Muslim)

    Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura.

    Ketika beliau mengetahui bahwa kaum Yahudi juga mengagungkan hari tersebut, beliau bersabda:

    “Jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan.”

    (HR. Muslim)

    Hadits inilah yang menjadi dasar mengapa puasa Tasua dan Asyura sering dilaksanakan secara berurutan.

    Apa Posisi Puasa Asyura dan Tasua dalam Islam?

    apa itu puasa asyura dan tasua

    Salah satu pertanyaan yang sering muncul setelah memahami apa itu puasa Asyura dan Tasua adalah mengenai kedudukannya dalam Islam.

    Jawabannya, kedua puasa tersebut termasuk puasa sunnah muakkadah, yaitu puasa sunnah yang sangat dianjurkan.

    Artinya, puasa Asyura dan Tasua bukan kewajiban seperti puasa Ramadhan.

    Namun Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaannya.

    Karena itu banyak ulama memasukkan puasa Asyura dan Tasua ke dalam daftar puasa sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan ketika Muharram tiba.

    Mengapa Puasa Asyura dan Tasua Selalu Disebut Bersamaan?

    Bagi sebagian anak muda, muncul pertanyaan menarik.

    Jika puasa Asyura berada pada tanggal 10 Muharram, mengapa pembahasannya hampir selalu digandeng dengan Tasua?

    Jawabannya karena keduanya saling melengkapi.

    Puasa Tasua menjadi pendamping puasa Asyura.

    Dalam banyak kitab fiqih, para ulama menjelaskan bahwa melaksanakan keduanya sekaligus lebih utama dibandingkan hanya berpuasa pada satu hari saja.

    Karena itu saat mencari apa itu puasa Asyura dan Tasua, hampir semua pembahasan akan menjelaskan kedua istilah tersebut secara bersamaan.

    Puasa Asyura dan Tasua dalam Kehidupan Muslim Masa Kini

    Meskipun berasal dari tradisi ibadah yang sudah berlangsung sejak masa Rasulullah SAW, puasa Asyura dan Tasua tetap relevan hingga saat ini.

    Banyak anak muda menjadikan Muharram sebagai momentum memperbaiki diri

    Baca Juga : Apa Saja Peristiwa di Bulan Muharram? 7 Kisah Bersejarah yang Jarang Diketahui

    Selain memperbanyak puasa sunnah, sebagian juga meningkatkan amal sosial dan kepedulian terhadap sesama.

    Semangat berbagi tersebut juga terus dihidupkan melalui berbagai program sosial yang dijalankan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire(@baitulmaalmuslimbillionaire), mulai dari santunan yatim, bantuan kemanusiaan, hingga pemberdayaan umat.

    Karena pada akhirnya, ibadah kepada Allah SWT tidak hanya diwujudkan melalui hubungan vertikal, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama manusia.

    Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memahami Puasa Asyura dan Tasu’a

    Ada beberapa kesalahpahaman yang masih sering ditemukan.

    Sebagian orang mengira puasa Asyura dan Tasua adalah dua ibadah yang berbeda sama sekali.

    Padahal keduanya sama-sama merupakan puasa sunnah Muharram yang saling berkaitan.

    Ada juga yang menganggap Asyura dan Tasua memiliki hukum wajib.

    Padahal keduanya termasuk puasa sunnah yang sangat dianjurkan.

    Dengan memahami apa itu puasa Asyura dan Tasua, seseorang dapat menjalankan ibadah dengan pemahaman yang lebih tepat sesuai tuntunan syariat.

    Jadi, jawaban dari pertanyaan apa itu puasa Asyura dan Tasua adalah bahwa keduanya merupakan puasa sunnah yang dikerjakan pada bulan Muharram.

    Puasa Tasua adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram.

    Secara bahasa, Tasua berkaitan dengan angka sembilan dan Asyura berkaitan dengan angka sepuluh.

    Dalam Islam, keduanya memiliki kedudukan yang istimewa sebagai puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

    Semoga setelah memahami apa itu puasa Asyura dan Tasua, abang, kakak, ayah, dan bunda semakin mudah mengenali makna serta posisi kedua ibadah tersebut dalam syariat Islam.

    Kontak Media:

    Instagram : @masjidmuslimbillionaire
    Facebook : Masjid Muslim Billionaire
    Youtube : Masjid Muslim Billionaire
    Whatsapp : +628528542520

  • Apa Saja Puasa Sunnah di Bulan Muharram? Ini 4 Jadwal dan Keutamaannya 

    Jangan Sampai Muharram Berlalu Tanpa Puasa yang Paling Utama Setelah Ramadhan

    Banyak Muslim bersemangat mencari amalan ketika Ramadhan datang.

    Namun setelah Ramadhan berlalu, tidak sedikit yang melewatkan salah satu bulan terbaik untuk berpuasa sunnah, yaitu Muharram.

    Padahal Rasulullah SAW secara khusus menyebut Muharram sebagai bulan yang memiliki keutamaan besar untuk berpuasa.

    Karena itu pertanyaan apa saja puasa sunnah di bulan Muharram selalu muncul setiap kali memasuki awal tahun Hijriyah.

    Jika abang, kakak, ayah, atau bunda sedang mencari jawabannya, artikel ini akan membahasnya secara praktis dan langsung pada inti pembahasan.

    Dalil Tentang Puasa Sunnah di Bulan Muharram

    Sebelum membahas apa saja puasa sunnah di bulan Muharram, mari lihat terlebih dahulu dalil yang menjadi dasarnya.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.”

    (HR. Muslim)

    Hadits ini menjadi alasan mengapa banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak puasa sunnah selama Muharram.

    Karena itu ketika seseorang bertanya apa saja puasa sunnah di bulan Muharram, jawabannya tidak hanya satu hari saja, tetapi mencakup beberapa pilihan puasa yang dianjurkan.

    1. Puasa Asyura (10 Muharram)

    apa saja puasa sunnah di bulan muharram

    Jika ditanya puasa paling terkenal ketika membahas apa saja puasa sunnah di bulan Muharram, maka jawabannya adalah Puasa Asyura.

    Puasa ini dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram.

    Keutamaannya sangat besar.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.”

    (HR. Muslim)

    Karena itulah banyak ulama menyebut Puasa Asyura sebagai salah satu puasa sunnah paling istimewa setelah Ramadhan.

    Bagi yang baru ingin memulai puasa sunnah di bulan Muharram, Puasa Asyura bisa menjadi pilihan pertama yang sangat dianjurkan.

    Baca Juga : Tahun Baru Islam 1448 H Kapan? Ini Jawaban yang Banyak Dicari

    2. Puasa Tasua (9 Muharram)

    apa saja puasa sunnah di bulan muharram

    Selain Asyura, jawaban penting dari pertanyaan apa saja puasa sunnah di bulan Muharram adalah Puasa Tasua.

    Puasa Tasua dilakukan pada tanggal 9 Muharram.

    Rasulullah SAW pernah menyampaikan keinginan untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram agar berbeda dengan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

    Karena itu para ulama sangat menganjurkan menggabungkan:

    • Puasa Tasua (9 Muharram)
    • Puasa Asyura (10 Muharram)

    Kombinasi dua puasa ini menjadi praktik yang paling sering direkomendasikan dalam pembahasan apa saja puasa sunnah di bulan Muharram.

    3. Puasa 9, 10, dan 11 Muharram

    Sebagian ulama juga menganjurkan menambahkan puasa tanggal 11 Muharram.

    Tujuannya tetap sama, yaitu semakin membedakan pelaksanaan puasa umat Islam dari tradisi kaum terdahulu.

    Baca Juga : Bulan Muharram Adalah Apa? Ini Makna, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan

    Karena itu terdapat tiga pilihan yang umum dilakukan:

    • 9 dan 10 Muharram
    • 10 dan 11 Muharram
    • 9, 10, dan 11 Muharram sekaligus

    Pilihan ketiga sering dianggap paling sempurna oleh sebagian ulama.

    Jika sedang mencari jadwal puasa sunnah di bulan Muharram, tiga tanggal ini termasuk yang paling banyak dianjurkan.

    4. Memperbanyak Puasa Sepanjang Bulan Muharram

    apa saja puasa sunnah di bulan muharram

    Banyak orang mengira puasa Muharram hanya terbatas pada Tasua dan Asyura.

    Padahal ketika membahas apa saja puasa sunnah di bulan Muharram, para ulama juga menjelaskan bahwa seseorang boleh memperbanyak puasa sunnah sepanjang bulan Muharram.

    Dasarnya adalah hadits Rasulullah SAW yang menyebut Muharram sebagai bulan terbaik untuk berpuasa setelah Ramadhan.

    Baca Juga : Hari yang Diharamkan Berpuasa dan Alasannya dalam Islam

    Artinya:

    • Senin Kamis tetap boleh
    • Puasa Ayyamul Bidh tetap boleh
    • Puasa Daud tetap boleh
    • Puasa sunnah lainnya tetap boleh

    Selama dilaksanakan sesuai ketentuan syariat.

    Inilah yang membuat Muharram menjadi salah satu bulan favorit para ulama untuk memperbanyak ibadah puasa.

    Jadwal Puasa Sunnah di Bulan Muharram yang Paling Dianjurkan

    Jika ingin lebih praktis, berikut urutan prioritas puasa sunnah di bulan Muharram:

    Tingkat Prioritas Utama

    • 10 Muharram (Puasa Asyura)

    Sangat Dianjurkan

    • 9 dan 10 Muharram (Tasua dan Asyura)

    Lebih Sempurna

    • 9, 10, dan 11 Muharram

    Tambahan Amal

    • Memperbanyak puasa sunnah sepanjang bulan Muharram

    Dengan urutan ini, pembaca yang mencari apa saja puasa sunnah di bulan Muharram dapat langsung menentukan pilihan sesuai kemampuan masing-masing.

    Bagaimana Jika Hanya Mampu Puasa Asyura Saja?

    Ini pertanyaan yang cukup sering muncul.

    Jika seseorang hanya mampu berpuasa tanggal 10 Muharram saja, maka puasanya tetap sah dan tetap mendapatkan keutamaan Puasa Asyura.

    Namun jika memungkinkan, para ulama lebih menyukai pelaksanaan yang disertai Puasa Tasua pada tanggal 9 Muharram.

    Karena itu jangan sampai meninggalkan Puasa Asyura hanya karena tidak bisa menjalankan semua tanggal yang dianjurkan.

    Lakukan sesuai kemampuan terbaik yang dimiliki.

    Muharram, Puasa, dan Amal Sosial

    Menariknya, banyak ulama menjelaskan bahwa Muharram bukan hanya bulan untuk memperbanyak puasa.

    Bulan ini juga menjadi momentum memperbanyak amal saleh lainnya seperti sedekah dan kepedulian sosial.

    Semangat berbagi inilah yang terus dihidupkan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmuslimbillionaire) melalui berbagai program santunan yatim, bantuan sosial, dakwah, pendidikan Islam, dan pemberdayaan umat. 

    Karena semakin lengkap amal yang dilakukan di bulan Muharram, semakin besar pula kesempatan meraih keberkahan dari Allah SWT.

    Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menjalankan Puasa Muharram

    Ada beberapa kesalahan yang cukup sering ditemukan.

    Pertama, mengira bahwa hanya tanggal 10 Muharram yang boleh dipuasai.

    Kedua, menganggap wajib berpuasa tiga hari sekaligus.

    Ketiga, tidak mengetahui bahwa seluruh bulan Muharram sebenarnya dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah.

    Karena itu memahami apa saja puasa sunnah di bulan Muharram membantu seseorang menjalankan ibadah dengan lebih tepat sesuai tuntunan para ulama.

    Jadi, jawaban dari pertanyaan apa saja puasa sunnah di bulan Muharram meliputi:

    • Puasa Tasua (9 Muharram)
    • Puasa Asyura (10 Muharram)
    • Puasa 11 Muharram
    • Memperbanyak puasa sunnah sepanjang bulan Muharram

    Di antara semuanya, Puasa Asyura merupakan puasa yang paling populer karena memiliki keutamaan menghapus dosa setahun yang lalu.

    Jika memungkinkan, lengkapi dengan Puasa Tasua agar semakin sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW.

    Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk menghidupkan berbagai puasa sunnah di bulan Muharram dan menjadikannya sebagai jalan menuju keberkahan serta ketakwaan.

    Kontak Media:

    Instagram : @masjidmuslimbillionaire
    Facebook : Masjid Muslim Billionaire
    Youtube : Masjid Muslim Billionaire
    Whatsapp : +628528542520

  • 7 Keutamaan Sedekah di Bulan Muharram yang Sayang Dilewatkan

    Muharram Bukan Hanya Tentang Puasa, Tapi Juga Tentang Berbagi

    Ketika mendengar bulan Muharram, kebanyakan orang langsung teringat puasa Asyura atau tahun baru Hijriyah.

    Padahal ada amalan lain yang tidak kalah menarik untuk diperbanyak, yaitu sedekah.

    Bahkan banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal sosial selama bulan-bulan mulia, termasuk Muharram.

    Karena itu tidak sedikit anak muda yang mulai mencari tahu tentang keutamaan sedekah di bulan Muharram sebelum memutuskan untuk ikut program donasi, santunan yatim, atau membantu masyarakat yang membutuhkan.

    Pertanyaannya, apa sebenarnya keutamaan sedekah di bulan Muharram?

    Dalil Sedekah di Bulan Muharram

    Sebelum membahas lebih jauh tentang keutamaan sedekah di bulan Muharram, ada satu hal yang perlu dipahami.

    Tidak ada hadits shahih yang secara khusus menyebut angka pahala tertentu bagi orang yang bersedekah hanya karena dilakukan di bulan Muharram.

    Namun ada banyak dalil umum yang menganjurkan sedekah dan amal saleh.

    Allah SWT berfirman:

    “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir seratus biji.”
    (QS. Al-Baqarah: 261)

    Karena Muharram termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT, maka memperbanyak sedekah pada bulan tersebut termasuk bagian dari memperbanyak amal saleh di waktu yang mulia.

    Inilah dasar mengapa para ulama sering mendorong umat Islam meningkatkan sedekah saat Muharram.

    1. Mendapatkan Pahala Amal Saleh di Bulan Mulia

    keutamaan sedekah di bulan muharram

    Salah satu keutamaan sedekah di bulan Muharram adalah kesempatan melakukan amal saleh pada bulan yang dimuliakan Allah SWT.

    Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang disebut dalam Al-Qur’an.

    Karena kemuliaan waktunya, banyak ulama menjelaskan bahwa amal kebaikan yang dilakukan pada bulan ini memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah.

    Baca Juga : Apakah Boleh Sedekah Online Menurut Islam? Ini Hukumnya

    Meskipun tidak ada angka khusus terkait pahala sedekah di bulan Muharram, para ulama sepakat bahwa memanfaatkan waktu-waktu mulia untuk beramal merupakan bentuk kecerdasan seorang Muslim.

    Semakin baik waktu yang dipilih untuk beribadah, semakin besar pula peluang mendapatkan keberkahan.

    2. Menjadi Pembuka Tahun Hijriyah dengan Amal Kebaikan

    Salah satu keutamaan sedekah di bulan Muharram yang sering terlupakan adalah efeknya terhadap kebiasaan seseorang.

    Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriyah.

    Artinya, apa yang dilakukan pada awal tahun sering menjadi awal kebiasaan untuk bulan-bulan berikutnya.

    Ketika seseorang memulai tahun Hijriyah dengan berbagi, membantu sesama, dan mengeluarkan sedekah, ia sedang menanamkan kebiasaan baik yang bisa berlanjut sepanjang tahun.

    Karena itu banyak ulama menganjurkan agar awal Muharram tidak hanya diisi dengan refleksi diri, tetapi juga dengan amal nyata yang bermanfaat bagi orang lain.

    3. Membantu Sesama di Momen yang Penuh Keberkahan

    keutamaan sedekah di bulan muharram

    Keutamaan berikutnya dari sedekah di bulan Muharram adalah hadirnya kesempatan untuk membantu lebih banyak orang.

    Banyak lembaga sosial dan masjid mengadakan:

    • santunan yatim
    • bantuan dhuafa
    • program pendidikan
    • distribusi sembako
    • kegiatan dakwah

    Pada momen Muharram.

    Baca Juga : Apa Saja Peristiwa di Bulan Muharram? 7 Kisah Bersejarah yang Jarang Diketahui

    Ketika seseorang ikut berkontribusi, manfaat sedekahnya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga menjadi jalan keberkahan bagi dirinya sendiri.

    Inilah salah satu keutamaan sedekah di bulan Muharram yang sangat nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

    4. Membersihkan Hati dari Sifat Kikir

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Sedekah tidak akan mengurangi harta.”
    (HR. Muslim)

    Hadits ini selalu relevan kapan pun waktunya, termasuk saat Muharram.

    Baca Juga : Ternyata Sedekah Gula ke Semut Pun Dicatat Allah!

    Salah satu keutamaan sedekah di bulan Muharram adalah membantu seseorang melawan rasa takut kehilangan harta.

    Banyak orang ingin bersedekah tetapi masih ragu.

    Muharram menjadi kesempatan yang baik untuk melatih diri agar lebih yakin kepada janji Allah SWT.

    Karena pada akhirnya, sedekah bukan hanya soal uang yang keluar, tetapi juga tentang hati yang menjadi lebih lapang.

    5. Menumbuhkan Kepedulian Sosial

    Di usia muda, terkadang seseorang terlalu fokus pada target pribadi.

    Karier.

    Bisnis.

    Pendidikan.

    Atau pencapaian lainnya.

    Baca Juga : Hukum Sedekah Hasil Curian dalam Islam, Sah atau Tidak?

    Melalui keutamaan sedekah di bulan Muharram, Islam mengajarkan keseimbangan antara mengejar impian pribadi dan membantu sesama.

    Sedekah membuat seseorang lebih peka terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya.

    Ketika melihat anak yatim, dhuafa, atau keluarga yang sedang kesulitan, hati menjadi lebih mudah tergerak untuk membantu.

    Itulah salah satu hikmah besar dari sedekah yang sering kali tidak bisa diukur dengan angka.

    6. Menjadi Investasi Amal Jangka Panjang

    keutamaan sedekah di bulan muharram

    Tidak semua bentuk sedekah habis dalam satu hari.

    Sebagian bahkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

    Misalnya:

    • pembangunan sarana ibadah
    • bantuan pendidikan
    • wakaf Al-Qur’an
    • program pemberdayaan umat

    Karena itu salah satu keutamaan sedekah di bulan Muharram adalah peluang menjadikan awal tahun Hijriyah sebagai titik awal investasi akhirat.

    Semakin panjang manfaat yang dirasakan orang lain, semakin panjang pula pahala yang terus mengalir.

    7. Menghidupkan Semangat Berbagi di Bulan Muharram

    Di banyak daerah, Muharram identik dengan kegiatan sosial dan santunan anak yatim.

    Tradisi ini bukan sekadar budaya.

    Di baliknya terdapat semangat untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat Muslim.

    Semangat tersebut juga terus dijalankan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmuslimbillionaire) melalui berbagai program santunan, dakwah, pendidikan, bantuan kemanusiaan, dan pemberdayaan umat. 

    Bagi abang, kakak, ayah, maupun bunda yang ingin mengamalkan keutamaan sedekah di bulan Muharram, program-program sosial seperti ini dapat menjadi salah satu sarana menyalurkan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan.

    Cara Praktis Memulai Sedekah di Bulan Muharram

    Banyak orang mengira sedekah harus menunggu kondisi finansial sempurna.

    Padahal tidak demikian.

    Jika ingin meraih keutamaan sedekah di bulan Muharram, mulailah dari kemampuan yang ada.

    Bisa dengan:

    • menyisihkan sebagian penghasilan
    • membantu keluarga yang membutuhkan
    • mendukung program sosial
    • berbagi makanan
    • membantu pendidikan anak yatim

    Yang paling utama bukan besarnya nominal, melainkan keikhlasan dan konsistensi dalam berbagi.

    Ketika membahas keutamaan sedekah di bulan Muharram, yang perlu diingat adalah bahwa Muharram merupakan bulan mulia yang sangat baik untuk memperbanyak amal saleh.

    Walaupun tidak ada dalil khusus yang menyebut angka tertentu terkait pahala sedekah di bulan Muharram, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memanfaatkan bulan ini dengan memperbanyak sedekah, membantu sesama, dan memperluas manfaat bagi masyarakat.

    Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita untuk meraih berbagai keutamaan sedekah di bulan Muharram dan menjadikannya sebagai awal tahun yang penuh keberkahan.

    Kontak Media:

    Instagram : @masjidmuslimbillionaire
    Facebook : Masjid Muslim Billionaire
    Youtube : Masjid Muslim Billionaire
    Whatsapp : +628528542520

  • Apa Saja Peristiwa di Bulan Muharram? 7 Kisah Bersejarah yang Jarang Diketahui

    Ada Bulan yang Bukan Hanya Mulia, Tapi Juga Penuh Kisah Besar dalam Sejarah

    Ketika mendengar kata Muharram, sebagian orang langsung teringat tahun baru Islam.

    Sebagian lagi mengingat puasa Asyura.

    Namun ternyata, jika membuka berbagai literatur sejarah Islam, ada banyak peristiwa di bulan Muharram yang sering diceritakan oleh para ulama dan sejarawan Muslim.

    Tidak semuanya memiliki tingkat kesahihan yang sama.

    Sebagian berasal dari riwayat yang kuat, sebagian lagi merupakan kisah yang populer di kalangan umat Islam.

    Karena itu, ketika membahas apa saja peristiwa di bulan Muharram, kita perlu membedakan antara peristiwa yang memiliki dasar sejarah kuat dan kisah yang berkembang dalam tradisi Islam.

    Baca Juga : Bulan Muharram Adalah Apa? Ini Makna, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan

    1. Diselamatkannya Nabi Musa AS dari Kejaran Firaun

    apa saja peristiwa di bulan muharram

    Salah satu peristiwa bersejarah di bulan Muharram yang paling dikenal adalah diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun.

    Peristiwa ini berkaitan dengan tanggal 10 Muharram yang dikenal sebagai hari Asyura.

    Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura karena hari tersebut dianggap sebagai hari kemenangan Nabi Musa AS atas Firaun.

    Kemudian Rasulullah SAW juga berpuasa pada hari tersebut.

    Karena itulah kisah Nabi Musa menjadi salah satu jawaban paling populer ketika seseorang bertanya apa saja peristiwa di bulan Muharram.

    2. Peristiwa Karbala dan Wafatnya Husain bin Ali RA

    apa saja peristiwa di bulan muharram

    Dalam sejarah Islam, salah satu peristiwa penting dan bersejarah di bulan Muharram adalah tragedi Karbala.

    Peristiwa ini terjadi pada 10 Muharram tahun 61 Hijriyah.

    Husain bin Ali RA, cucu Rasulullah SAW, gugur dalam peristiwa tersebut bersama para pengikutnya di Karbala, wilayah yang kini berada di Irak.

    Peristiwa Karbala menjadi salah satu kejadian paling berpengaruh dalam sejarah Islam karena meninggalkan pelajaran tentang keberanian, prinsip, dan perjuangan mempertahankan kebenaran.

    Hingga hari ini, tragedi Karbala masih sering dibahas ketika membicarakan kejadian di bulan Muharram.

    3. Awal Tahun Baru Hijriyah

    Meskipun artikel ini tidak membahas detail tahun baru Islam, konteks ini tetap perlu disebutkan secara singkat.

    Salah satu peristiwa di bulan Muharram yang paling dekat dengan kehidupan umat Islam saat ini adalah dimulainya tahun baru Hijriyah pada tanggal 1 Muharram.

    Baca Juga : Tahun Baru Islam 1448 H Kapan? Ini Jawaban yang Banyak Dicari

    Kalender Hijriyah yang digunakan umat Islam ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA.

    Sejak saat itu, Muharram menjadi bulan pembuka dalam penanggalan Islam.

    Karena itu ketika orang bertanya apa saja peristiwa di bulan Muharram, awal tahun Hijriyah hampir selalu menjadi bagian dari jawabannya.

    4. Kisah Nabi Nuh AS dan Bahtera yang Berlabuh

    apa saja peristiwa di bulan muharram

    Dalam banyak literatur Islam klasik, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa bahtera Nabi Nuh AS berlabuh setelah peristiwa banjir besar pada hari Asyura.

    Riwayat ini cukup populer di kalangan umat Islam meskipun para ulama memiliki pandangan yang berbeda mengenai tingkat kekuatan sanadnya.

    Meski demikian, kisah tersebut tetap menjadi salah satu peristiwa bersejarah di bulan Muharram yang sering disebut dalam berbagai kitab dan ceramah keislaman.

    Pelajaran yang bisa diambil adalah pentingnya kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi ujian yang berat.

    5. Diterimanya Taubat Nabi Adam AS

    Sebagian riwayat yang berkembang dalam literatur Islam juga menyebutkan bahwa taubat Nabi Adam AS diterima Allah SWT pada hari Asyura.

    Walaupun riwayat ini tidak memiliki dasar hadits shahih yang kuat, kisah tersebut cukup dikenal di kalangan umat Islam.

    Karena itu ketika mencari informasi tentang apa saja peristiwa di bulan Muharram, nama Nabi Adam AS sering ikut disebut dalam daftar berbagai kejadian yang dikaitkan dengan hari Asyura.

    Yang paling utama tentu bukan memastikan tanggalnya, melainkan mengambil pelajaran tentang taubat dan kembali kepada Allah SWT.

    6. Dikeluarkannya Nabi Yunus AS dari Perut Ikan

    Peristiwa lain yang sering muncul dalam berbagai literatur Islam adalah kisah Nabi Yunus AS yang diselamatkan Allah SWT dari perut ikan.

    Sebagian ulama menyebutkan bahwa peristiwa tersebut juga dikaitkan dengan hari Asyura.

    Walaupun tingkat validitas riwayatnya diperselisihkan, kisah ini tetap menjadi bagian dari daftar kejadian di bulan Muharram yang banyak dikenal oleh umat Islam.

    Kisah Nabi Yunus mengajarkan bahwa tidak ada masalah yang terlalu besar bagi Allah SWT untuk diselesaikan.

    7. Muharram Menjadi Momentum Refleksi Umat Islam

    Selain berbagai kisah para nabi dan sejarah Islam, ada satu peristiwa di bulan Muharram yang terus terjadi setiap tahun hingga sekarang.

    Yaitu momentum refleksi dan evaluasi diri umat Islam.

    Setiap kali Muharram datang, banyak Muslim menjadikannya sebagai waktu untuk:

    • memperbaiki ibadah
    • memperbanyak amal saleh
    • memperkuat hubungan keluarga
    • memperbanyak sedekah
    • memperbaiki akhlak

    Semangat berbagi ini juga terus dihidupkan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmuslimbillionaire) melalui berbagai program sosial, santunan yatim, bantuan kemanusiaan, dan dakwah yang membantu masyarakat luas. 

    Karena pada akhirnya, sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk diambil pelajarannya.

    Mengapa Banyak Peristiwa Dikaitkan dengan Hari Asyura?

    Jika diperhatikan, sebagian besar peristiwa bersejarah di bulan Muharram sering dikaitkan dengan tanggal 10 Muharram atau hari Asyura.

    Hal ini terjadi karena hari Asyura memiliki kedudukan yang istimewa dalam tradisi Islam.

    Baca Juga : 7 Amalan Sunnah Bulan Muharram yang Paling Dianjurkan 

    Beberapa kisah serta riwayat berkembang dari tahun ke tahun yang kemudian dikaitkan dengan hari-hari tersebut.

    Karena itu ketika mempelajari apa saja peristiwa di bulan Muharram, sebaiknya kita tetap merujuk kepada sumber-sumber yang terpercaya dan penjelasan para ulama.

    Pelajaran yang Bisa Diambil dari Berbagai Peristiwa di Bulan Muharram

    Menariknya, meskipun kisah-kisah di atas berasal dari tokoh dan zaman yang berbeda, semuanya memiliki pesan yang hampir sama.

    Ada tentang kesabaran Nabi Nuh AS.

    Ada tentang keberanian Husain bin Ali RA.

    Ada tentang perjuangan Nabi Musa AS.

    Dan ada juga tentang taubat Nabi Adam AS dan penyelamatan Nabi Yunus AS

    Semua kisah tersebut mengajarkan bahwa pertolongan Allah SWT selalu dekat bagi orang-orang yang beriman dan bersabar.

    Jadi, jika ada yang bertanya apa saja peristiwa di bulan Muharram, beberapa yang paling sering disebut dalam sejarah Islam adalah kisah Nabi Musa AS dan Firaun, tragedi Karbala, awal tahun Hijriyah, kisah Nabi Nuh AS, Nabi Adam AS, dan Nabi Yunus AS.

    Sebagian peristiwa memiliki dasar riwayat yang kuat, sementara sebagian lainnya lebih dikenal melalui tradisi dan literatur sejarah Islam.

    Yang paling berharga bukan hanya mengetahui daftar peristiwa di bulan Muharram, tetapi mengambil hikmah dari setiap kisah yang telah terjadi agar menjadi bekal dalam menjalani kehidupan saat ini.

    Kontak Media:

    Instagram : @masjidmuslimbillionaire
    Facebook : Masjid Muslim Billionaire
    Youtube : Masjid Muslim Billionaire
    Whatsapp : +628528542520

  • Apakah Boleh Menikah di Bulan Muharram? Ini Jawaban yang Sering Disalahpahami 

    Undangan Sudah Dicetak, Gedung Sudah Dipesan, Lalu Ada yang Bilang Jangan Menikah di Bulan Muharram

    Bayangkan situasi ini.

    Tanggal akad sudah ditentukan sejak lama.

    Keluarga sudah melakukan berbagai persiapan.

    Vendor sudah dibayar.

    Undangan pun hampir selesai dicetak.

    Namun tiba-tiba muncul komentar:

    “Jangan menikah di bulan Muharram, nanti rumah tangganya tidak baik.”

    Kalimat seperti ini masih cukup sering terdengar di masyarakat.

    Akibatnya banyak pasangan menjadi cemas dan mulai mempertanyakan kembali rencana pernikahannya.

    Padahal jika ditelusuri lebih jauh, pertanyaan apakah boleh menikah di bulan Muharram sebenarnya memiliki jawaban yang cukup jelas dalam syariat Islam.

    Baca Juga : Tahun Baru Islam 1448 H Kapan? Ini Jawaban yang Banyak Dicari

    Apakah Boleh Menikah di Bulan Muharram Menurut Islam?

    apakah boleh menikah di bulan muharram

    Jawaban singkatnya:

    Ya, boleh.

    Dalam Islam tidak ada dalil Al-Qur’an maupun hadits shahih yang melarang seseorang untuk menikah di bulan Muharram.

    Baca Juga : Bulan Muharram Adalah Apa? Ini Makna, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan

    Artinya, jika ada pasangan yang bertanya apakah boleh menikah di bulan Muharram, maka hukum asalnya adalah boleh dan sah.

    Pernikahan tetap dianggap sah selama:

    • memenuhi rukun nikah
    • memenuhi syarat nikah
    • terdapat wali yang sah
    • ada dua saksi
    • terdapat ijab kabul

    Bulan pelaksanaannya tidak mempengaruhi keabsahan akad nikah.

    Karena itu hukum menikah di bulan Muharram tetap sama seperti bulan-bulan lainnya.

    Apa Benar Menikah di Bulan Muharram Dilarang?

    Inilah inti dari kebingungan yang sering muncul.

    Sebagian masyarakat masih mempercayai bahwa menikah pada bulan Muharram atau bulan Suro dapat mendatangkan kesialan.

    Padahal keyakinan seperti ini tidak berasal dari syariat Islam.

    Ketika membahas apakah boleh menikah di bulan Muharram, para ulama menjelaskan bahwa tidak ada larangan syar’i yang mengharamkan pernikahan pada bulan tersebut.

    Justru Islam melarang seseorang meyakini adanya kesialan pada waktu tertentu tanpa dalil dari Allah SWT dan Rasul-Nya.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidak ada kesialan (thiyarah).”
    (HR. Bukhari dan Muslim)

    Hadits ini menjadi dasar bahwa seorang Muslim tidak boleh menggantungkan keyakinannya pada mitos-mitos yang tidak memiliki landasan syariat.

    Kenapa Mitos Larangan Menikah di Bulan Muharram Masih Ada?

    apakah boleh menikah di bulan muharram

    Jika hukum menikah di bulan Muharram jelas boleh, lalu mengapa masih banyak yang mempercayai sebaliknya?

    Sebagian besar berasal dari tradisi budaya yang berkembang di beberapa daerah.

    Dalam budaya tertentu, bulan Muharram atau bulan Suro dianggap sebagai waktu yang kurang baik untuk mengadakan pesta besar, termasuk pernikahan.

    Informasi tersebut lalu diwariskan dari para Orang Tua kepada Anak-Anaknya

    Masalahnya, banyak orang menganggap tradisi tersebut sebagai ajaran agama.

    Padahal ketika membahas apakah boleh menikah di bulan Muharram, para ulama membedakan antara budaya dan syariat.

    Budaya boleh dihormati selama tidak bertentangan dengan Islam.

    Namun budaya tidak boleh dijadikan dasar hukum agama.

    Hukum Menikah di Bulan Muharram Menurut Para Ulama

    Para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa tidak ada larangan menikah di bulan Muharram.

    Tidak ditemukan dalil yang menyebut akad nikah menjadi makruh, apalagi haram, hanya karena dilaksanakan pada bulan Muharram.

    Baca Juga : 7 Amalan Sunnah Bulan Muharram yang Paling Dianjurkan 

    Karena itu ketika seseorang bertanya tentang hukum menikah di bulan Muharram, jawaban yang diberikan para ulama tetap sama:

    boleh dan sah.

    Bahkan sebagian ulama menjelaskan bahwa seluruh bulan dalam Islam pada dasarnya dapat digunakan untuk melaksanakan pernikahan.

    Selama tidak terdapat larangan syariat yang jelas, maka hukum asalnya tetap boleh.

    Bagaimana Jika Pernikahan Sudah Terjadwal di Bulan Muharram?

    apakah boleh menikah di bulan muharram

    Bagi abang dan kakak yang mungkin sedang mempersiapkan pernikahan, tidak perlu panik jika jadwal akad atau resepsi bertepatan dengan Muharram.

    Karena setelah memahami jawaban dari pertanyaan apakah boleh menikah di bulan Muharram, tidak ada alasan syariat untuk membatalkan atau mengubah jadwal hanya karena bulan tersebut.

    Yang lebih penting justru adalah mempersiapkan:

    • ilmu rumah tangga
    • kesiapan mental
    • kesiapan finansial
    • kesiapan ibadah bersama pasangan

    Faktor-faktor itulah yang lebih menentukan kualitas kehidupan rumah tangga dibanding memilih bulan tertentu.

    Apakah Ada Bulan yang Secara Khusus Dianjurkan untuk Menikah?

    Ketika membahas apakah boleh menikah di bulan Muharram, sebagian orang kemudian bertanya apakah ada bulan yang lebih utama untuk menikah.

    Dalam Islam tidak ada ketentuan khusus yang mewajibkan pernikahan dilakukan pada bulan tertentu.

    Artinya, seseorang boleh menikah:

    • di Muharram
    • di Safar
    • di Ramadhan
    • di Syawal
    • maupun bulan lainnya

    Yang terpenting adalah kesiapan kedua calon mempelai dan terpenuhinya syarat pernikahan.

    Karena itu memilih waktu menikah sebaiknya berdasarkan kemudahan dan kesiapan, bukan karena ketakutan terhadap mitos tertentu.

    Fokus pada Keberkahan Pernikahan, Bukan Mitos Waktu

    Jika ada hal yang lebih layak dipikirkan menjelang akad nikah, maka itu bukan soal apakah bulan tertentu membawa keberuntungan atau tidak.

    Yang lebih penting adalah bagaimana rumah tangga dibangun di atas:

    • iman
    • ilmu
    • akhlak
    • tanggung jawab
    • dan ketaatan kepada Allah SWT

    Karena keberkahan rumah tangga tidak ditentukan oleh tanggal pernikahan.

    Keberkahan datang dari Allah SWT melalui usaha pasangan dalam menjaga hubungan yang baik dan menjalankan syariat-Nya.

    Muharram dan Momentum Memulai Kebaikan

    Muharram memang termasuk bulan mulia dalam Islam.

    Karena itu jika akad nikah berlangsung pada bulan ini, pasangan justru dapat menjadikannya sebagai momentum memulai kehidupan baru dengan memperbanyak amal saleh.

    Misalnya:

    • memperbanyak doa
    • bersedekah
    • membantu sesama
    • menghadiri kajian Islam

    Semangat berbagi kepada sesama juga terus dihidupkan melalui berbagai program sosial yang dijalankan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmuslimbillioniare), mulai dari santunan yatim, dakwah, hingga bantuan kemanusiaan yang membantu masyarakat yang membutuhkan.

    Jadi, jawaban dari pertanyaan apakah boleh menikah di bulan Muharram adalah boleh dan sah menurut Islam.

    Tidak ada dalil Al-Qur’an maupun hadits shahih yang melarang pernikahan pada bulan Muharram.

    Keyakinan bahwa menikah di bulan Muharram membawa kesialan lebih banyak berasal dari mitos dan tradisi budaya, bukan dari ajaran Islam.

    Karena itu jika akad nikah abang atau kakak sudah dijadwalkan pada bulan Muharram, tidak perlu merasa khawatir.

    Fokuslah pada persiapan membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

    Sebab keberkahan pernikahan tidak ditentukan oleh bulannya, melainkan oleh ketaatan pasangan kepada Allah SWT.

    Kontak Media:

    Instagram : @masjidmuslimbillionaire
    Facebook : Masjid Muslim Billionaire
    Youtube : Masjid Muslim Billionaire
    Whatsapp : +628528542520

  • 7 Amalan Sunnah Bulan Muharram yang Paling Dianjurkan 

    Awalnya Hanya Ingin Menjalankan Puasa Asyura, Ternyata Muharram Punya Banyak Amalan Lain

    Banyak Muslim mengenal Muharram hanya karena puasa Asyura.

    Padahal setelah mulai mempelajari lebih dalam, ternyata ada banyak amalan sunnah bulan Muharram yang memiliki keutamaan luar biasa.

    Menariknya lagi, sebagian besar amalan tersebut sangat mudah dilakukan.

    Tidak membutuhkan biaya besar.

    Tidak memerlukan persiapan rumit.

    Justru amalan-amalan sederhana inilah yang sering menjadi kesempatan meraih pahala besar di salah satu bulan paling mulia dalam Islam.

    Karena itu, jika abang, kakak, ayah, atau bunda sedang mencari amalan sunnah bulan Muharram, artikel ini akan fokus menjawabnya secara praktis.

    1. Memperbanyak Puasa Sunnah di Bulan Muharram

     

    Di antara seluruh amalan sunnah bulan Muharram, puasa menjadi amalan yang paling utama.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.”

    (HR. Muslim)

    Hadits ini menunjukkan bahwa puasa Muharram memiliki kedudukan yang sangat istimewa.

    Karena itu para ulama menganjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah selama bulan Muharram sesuai kemampuan masing-masing.

    Tidak harus sebulan penuh.

    Bahkan satu atau dua hari pun tetap bernilai besar di sisi Allah SWT.

    Bagi anak muda yang sedang belajar istiqomah beribadah, puasa menjadi salah satu amalan sunnah bulan Muharram yang paling mudah untuk mulai dibiasakan.

    2. Menjalankan Puasa Tasu’a pada 9 Muharram

    Ketika membahas amalan sunnah bulan Muharram, puasa tasu’a hampir selalu disebut bersamaan dengan puasa Asyura.

    Puasa Tasu’a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram.

    Rasulullah SAW berniat berpuasa pada tanggal tersebut untuk membedakan amalan umat Islam dengan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

    Para ulama menjelaskan bahwa puasa Tasu’a menjadi pelengkap yang sangat dianjurkan sebelum puasa Asyura.

    Karena itu jika memungkinkan, jangan hanya menjalankan puasa tanggal 10 Muharram saja.

    Tambahkan puasa tanggal 9 Muharram agar semakin sempurna.

    Inilah salah satu amalan sunnah bulan Muharram yang paling sering direkomendasikan oleh para ulama.

    3. Menghidupkan Puasa Asyura yang Pahalanya Sangat Besar

    amalan sunnah bulan muharram

    Jika ditanya amalan paling populer dalam daftar amalan sunnah bulan Muharram, jawabannya tentu puasa Asyura.

    Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.”

    (HR. Muslim)

    Hadist ini menjadi salah satu motivasi terbesar bagi umat Islam untuk menjalankannya.

    Bayangkan.

    Satu hari puasa sunnah diberikan keutamaan penghapusan dosa selama satu tahun yang telah lalu.

    Karena itulah puasa Asyura termasuk amalan sunnah bulan Muharram yang sangat dianjurkan dan sayang jika dilewatkan.

    4. Memperbanyak Sedekah di Bulan Muharram

    Selain puasa, amalan sunnah bulan Muharram yang sangat baik dilakukan adalah memperbanyak sedekah.

    Muharram merupakan momentum yang tepat untuk memperluas manfaat kepada sesama.

    Baca Juga : Hukum Sedekah Hasil Curian dalam Islam, Sah atau Tidak?

    Sedekah tidak harus selalu dalam jumlah besar.

    Bisa berupa:

    • membantu keluarga
    • memberi makan orang lain
    • membantu yatim dan dhuafa
    • mendukung kegiatan dakwah
    • berkontribusi pada program sosial umat

    Semangat berbagi inilah yang juga terus dijalankan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmuslimbillionaire) melalui berbagai program sosial, santunan yatim, dakwah Islam, bantuan kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. 

    Bagi banyak Muslim, sedekah menjadi salah satu amalan sunnah bulan Muharram yang paling mudah diamalkan namun memiliki dampak yang sangat luas.

    5. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

    Tidak semua orang mampu berpuasa setiap hari.

    Namun setiap Muslim tetap bisa memperbanyak dzikir.

    Karena itu dzikir termasuk amalan sunnah bulan Muharram yang sangat mudah dilakukan.

    Saat berkendara.

    Saat bekerja.

    Saat menunggu antrian.

    Lisan tetap bisa digunakan untuk:

    • tasbih
    • tahmid
    • tahlil
    • takbir
    • istighfar

    Dzikir membantu hati menjadi lebih tenang dan menjaga hubungan dengan Allah SWT tetap hidup sepanjang hari.

    6. Membaca Al-Qur’an Lebih Banyak dari Biasanya

    amalan sunnah bulan muharram

    Muharram juga menjadi waktu yang baik untuk memperbaiki hubungan dengan Al-Qur’an.

    Banyak orang membuat target membaca Al-Qur’an ketika Ramadhan, tetapi melupakannya setelah Ramadhan berlalu.

    Karena itu membaca Al-Qur’an menjadi salah satu amalan sunnah bulan Muharram yang sangat dianjurkan.

    Mulailah dari target sederhana.

    Satu halaman.

    Dua halaman.

    Atau beberapa ayat setiap hari.

    Yang terpenting adalah konsistensi.

    Karena kedekatan dengan Al-Qur’an sering kali menjadi awal perubahan besar dalam hidup seorang Muslim.

    7. Muhasabah dan Memulai Kebiasaan Baik

    Salah satu amalan sunnah bulan Muharram yang sering terlupakan adalah muhasabah diri.

    Muharram berada di awal tahun Hijriyah.

    Karena itu banyak ulama menjadikannya sebagai momentum evaluasi diri.

    Cobalah bertanya:

    • Apakah sholat sudah lebih baik?
    • Apakah sedekah semakin rutin?
    • Apakah hubungan dengan orang tua semakin baik?
    • Apakah masih ada kebiasaan buruk yang perlu ditinggalkan?

    Muhasabah yang jujur sering menjadi awal perubahan yang nyata.

    Dan inilah salah satu amalan sunnah bulan Muharram yang tidak membutuhkan biaya sama sekali.

    Amalan Mana yang Paling Utama?

    Jika waktu dan kemampuan terbatas, maka urutan prioritas amalan sunnah bulan Muharram yang paling dianjurkan adalah:

    1. Puasa Asyura
    2. Puasa Tasu’a
    3. Memperbanyak puasa sunnah Muharram
    4. Sedekah
    5. Membaca Al-Qur’an
    6. Dzikir dan istighfar
    7. Muhasabah diri

    Urutan ini didasarkan pada dalil-dalil yang menunjukkan besarnya keutamaan puasa Muharram dibanding amalan lainnya.

    Namun bukan berarti amalan lain menjadi tidak penting.

    Justru semakin banyak amal saleh yang dilakukan, semakin besar peluang meraih keberkahan Muharram.

    Ketika berbicara tentang amalan sunnah bulan Muharram, fokus utamanya bukan pada banyaknya aktivitas yang dilakukan.

    Yang lebih penting adalah memilih amalan yang mampu dijaga dengan istiqomah.

    Mulailah dari puasa Asyura dan Tasu’a.

    Lalu tambahkan sedekah, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan muhasabah diri.

    Karena Muharram adalah kesempatan yang Allah SWT berikan setiap tahun untuk memperbaiki hubungan dengan-Nya.

    Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk menghidupkan berbagai amalan sunnah bulan Muharram dan menerima seluruh amal kebaikan yang kita lakukan.

    Kontak Media:

    Instagram : @masjidmuslimbillionaire
    Facebook : Masjid Muslim Billionaire
    Youtube : Masjid Muslim Billionaire
    Whatsapp : +628528542520

  • Tahun Baru Islam 1448 H Kapan? Ini Jawaban yang Banyak Dicari

    Awalnya Hanya Ingin Mengecek Kalender, Tapi Ternyata Ada Momen Penting yang Sering Terlewat

    Beberapa orang mulai mencari informasi tentang libur nasional 2026.

    Ada yang ingin merencanakan liburan, ada yang mengatur jadwal kerja, dan ada pula yang sekadar melihat tanggal merah berikutnya.

    Namun ketika menemukan tanggal 1 Muharram, muncul pertanyaan yang cukup sering dicari:

    Tahun baru Islam 1448 H kapan sebenarnya dimulai?

    Menariknya, banyak umat Islam mengetahui adanya tahun baru Hijriyah, tetapi belum memahami makna dan keutamaannya dalam syariat Islam.

    Padahal momen ini bukan sekadar pergantian angka pada kalender, melainkan awal bulan yang sangat dimuliakan Allah SWT.

    Tahun Baru Islam 1448 H Kapan? Ini Tanggal Resminya

    tahun baru islam 1448 h kapan

    Berdasarkan perhitungan kalender Hijriyah yang berlaku saat ini, tahun baru Islam 1448 H kapan diperkirakan jatuh pada:

    Selasa, 16 Juni 2026

    Tanggal tersebut merupakan 1 Muharram 1448 Hijriyah, yaitu awal tahun baru Islam.

    Pemerintah Indonesia biasanya menetapkan tanggal resmi melalui sidang isbat dan kalender nasional yang diterbitkan oleh Kementerian Agama.

    Karena itu, menjelang akhir bulan Dzulhijjah, umat Islam biasanya menunggu pengumuman resmi untuk memastikan awal Muharram.

    Namun berdasarkan kalender Hijriyah yang telah dirilis, tahun baru Islam 1448 H kapan dapat diperkirakan jatuh pada tanggal 26 Juni 2026.

    Apakah Tahun Baru Islam 1448 H Menjadi Hari Libur Nasional?

    tahun baru islam 1448 h kapan

    Kabar baik bagi abang, kakak, ayah, dan bunda yang sedang mencari informasi libur nasional.

    Jika mengikuti kalender nasional yang berlaku, tahun baru Islam 1448 H kapan juga berkaitan dengan hari libur nasional.

    Tanggal 16 Juni 2026 diperkirakan menjadi hari libur nasional dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H.

    Momen ini sering dimanfaatkan masyarakat untuk:

    • mengikuti kajian Islam
    • menghadiri pengajian Muharram
    • berkumpul bersama keluarga
    • melakukan refleksi diri
    • memperbanyak ibadah

    Karena itu, selain menjadi hari libur, Muharram juga bisa menjadi kesempatan memperbaiki kualitas hubungan dengan Allah SWT.

    Kenapa Muharram Begitu Istimewa dalam Islam?

    tahun baru islam 1448 h kapan

    Ketika membahas tahun baru Islam 1448 H kapan, sebenarnya kita juga sedang membahas salah satu bulan paling mulia dalam Islam.

    Allah SWT berfirman:

    “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah, di antaranya ada empat bulan haram.”

    (QS. At-Taubah: 36)

    Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram tersebut.

    Baca Juga : Bulan Muharram Adalah Apa? Ini Makna, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan

    Bahkan Rasulullah SAW bersabda:

    “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.”

    (HR. Muslim)

    Hadis ini menunjukkan bahwa Muharram memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam syariat Islam.

    Bukan Sekadar Tahun Baru, Tapi Momentum Hijrah

    Banyak orang merayakan pergantian tahun dengan membuat resolusi.

    Dalam Islam, pergantian tahun Hijriyah juga mengandung semangat yang sama, tetapi lebih dalam.

    Ketika mencari jawaban tahun baru Islam 1448 H kapan, sebenarnya kita sedang diingatkan pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah.

    Hijrah bukan hanya perpindahan tempat.

    Hijrah adalah perubahan menuju keadaan yang lebih baik.

    Karena itu Muharram sering dijadikan momentum untuk:

    • memperbaiki ibadah
    • meninggalkan kebiasaan buruk
    • memperbanyak sedekah
    • memperbaiki hubungan keluarga
    • memperkuat ilmu agama

    Amalan yang Dianjurkan Saat Muharram

    Setelah mengetahui tahun baru Islam 1448 H kapan, pertanyaan berikutnya adalah apa yang bisa dilakukan saat Muharram?

    Para ulama menjelaskan beberapa amalan yang dianjurkan, antara lain:

    1. Memperbanyak Puasa Sunnah

    Muharram dikenal sebagai salah satu bulan terbaik untuk berpuasa setelah Ramadhan.

    2. Puasa Tasua dan Asyura

    Puasa Tasua dilakukan tanggal 9 Muharram.

    Sedangkan puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.”

    (HR. Muslim)

    3. Memperbanyak Sedekah

    Muharram juga menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak amal sosial dan membantu sesama.

    Muharram dan Kepedulian Sosial Umat Islam

    Menariknya, semangat Muharram tidak hanya berkaitan dengan ibadah pribadi.

    Bulan ini juga mengajarkan kepedulian terhadap sesama.

    Karena itu banyak program santunan yatim, bantuan dhuafa, dan kegiatan sosial dilaksanakan selama Muharram.

    Semangat inilah yang terus dihidupkan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmuslimbillionaire) melalui berbagai program sosial, dakwah, pendidikan, santunan yatim, dan bantuan kemanusiaan.

    Bagi banyak Muslim, Muharram menjadi momentum untuk memperluas manfaat kepada orang lain, bukan hanya memperbaiki diri sendiri.

    Kenapa Anak Muda Perlu Tahu Tahun Baru Islam 1448 H Kapan?

    Sebagian orang menganggap informasi kalender Hijriyah hanya penting bagi kalangan tertentu.

    Padahal memahami tahun baru Islam 1448 H kapan adalah bagian dari mengenal identitas umat Islam.

    Dengan mengenal kalender Hijriyah, seorang Muslim lebih mudah memahami:

    • jadwal puasa sunnah
    • waktu haji
    • bulan haram
    • hari besar Islam
    • sejarah perjalanan Islam

    Karena itu pengetahuan sederhana seperti ini ternyata memiliki manfaat yang cukup besar.

    Jadikan Muharram sebagai Awal Kebaikan Baru

    Tidak semua orang diberi kesempatan bertemu Muharram setiap tahun.

    Karena itu ketika Allah SWT masih mempertemukan kita dengan 1 Muharram 1448 H, ada baiknya momen ini dimanfaatkan sebaik mungkin.

    Mulailah dari hal sederhana:

    • memperbaiki sholat
    • memperbanyak membaca Al-Qur’an
    • menjaga silaturahmi
    • memperbanyak sedekah
    • membantu sesama

    Dan jika ingin menyalurkan kepedulian sosial, berbagai program yang dijalankan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire dapat menjadi salah satu sarana untuk berbagi manfaat kepada umat.

    Jadi, jawaban dari pertanyaan tahun baru Islam 1448 H kapan adalah diperkirakan jatuh pada Jumat, 26 Juni 2026, yang sekaligus menjadi awal bulan Muharram 1448 Hijriyah dan hari libur nasional di Indonesia.

    Lebih dari sekadar tanggal merah, Muharram adalah bulan yang penuh kemuliaan dan kesempatan untuk memperbaiki diri.

    Semoga tahun baru Hijriyah ini menjadi awal yang lebih baik bagi kita semua, baik dalam ibadah, ilmu, maupun kepedulian terhadap sesama.

    Kontak Media:

    Instagram : @masjidmuslimbillionaire
    Facebook : Masjid Muslim Billionaire
    Youtube : Masjid Muslim Billionaire
    Whatsapp : +628528542520

  • Bulan Muharram Adalah Apa? Ini Makna, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan

    Banyak Muslim Menunggu Ramadhan, Tapi Lupa Ada Bulan yang Sangat Dimuliakan Allah

    Jika ditanya bulan paling istimewa dalam Islam, kebanyakan orang langsung menjawab Ramadhan.

    Jawaban itu memang benar.

    Namun ada fakta yang cukup mengejutkan.

    Sebelum Ramadhan datang, Allah SWT telah menetapkan empat bulan mulia yang memiliki kedudukan khusus dalam syariat Islam. Salah satunya adalah Muharram.

    Bahkan Rasulullah SAW menyebut Muharram sebagai “Syahrullah” atau bulan Allah.

    Karena itulah memahami bahwa bulan muharram adalah bulan yang penuh kemuliaan menjadi ilmu dasar yang seharusnya diketahui setiap Muslim.

    Bulan Muharram Adalah Apa?

    bulan muharram adalah

    Secara sederhana, bulan muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah atau kalender Islam.

    Muharram menjadi penanda dimulainya tahun baru Islam.

    Nama “Muharram” berasal dari kata haram yang berarti dimuliakan atau dihormati.

    Sejak masa Arab sebelum Islam, bulan ini sudah dianggap sebagai bulan yang tidak boleh digunakan untuk peperangan. Setelah Islam datang, kemuliaannya semakin ditegaskan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.

    Karena itu ketika seseorang bertanya bulan muharram adalah apa, jawabannya bukan sekadar bulan pertama dalam kalender Hijriyah, tetapi juga salah satu bulan paling mulia dalam Islam.

    Dalil Tentang Bulan Muharram

    Allah SWT berfirman:

    “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.”
    (QS. At-Taubah: 36)

    Dan Para Ulama menyebutkan kalau bulan-bulan tersebut adalah:

    • Dzulqa’dah
    • Dzulhijjah
    • Muharram
    • Rajab

    Selain itu Rasulullah SAW bersabda:

    “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.”
    (HR. Muslim)

    Hadis ini menjadi bukti kuat bahwa bulan muharram adalah bulan yang memiliki keutamaan luar biasa dalam Islam.

    Kenapa Bulan Muharram Sangat Istimewa?

    bulan muharram adalah

    Ada alasan mengapa para ulama selalu mengingatkan umat Islam untuk tidak melewatkan Muharram begitu saja.

    Pertama, bulan muharram adalah salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.

    Kedua, bulan ini menjadi awal tahun Hijriyah yang bisa dijadikan momentum muhasabah diri.

    Ketiga, terdapat amalan-amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar, terutama puasa Asyura dan Tasua.

    Karena itu Muharram bukan sekadar pergantian kalender, tetapi juga kesempatan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

    Baca Juga : Hari Raya Idul Adha 1447 H di Masjid Muslim Billionaire: Dari Takbir Hingga Distribusi Kebahagiaan

    Bulan Muharram dan Sejarah Tahun Baru Islam

    bulan muharram adalah

    Banyak yang mengira kalender Hijriyah dimulai sejak kelahiran Nabi Muhammad SAW.

    Padahal sejarahnya berbeda.

    Pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, para sahabat bermusyawarah untuk menentukan awal penanggalan Islam.

    Akhirnya dipilihlah peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai titik awal kalender Hijriyah.

    Karena itulah bulan muharram adalah awal dari tahun baru Islam yang digunakan umat Muslim hingga saat ini.

    Puasa Asyura, Amalan Paling Populer di Bulan Muharram

    Ketika membahas bulan muharram adalah bulan istimewa, maka tidak bisa dilepaskan dari puasa Asyura.

    Puasa Asyura dilakukan pada tanggal 10 Muharram.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.”
    (HR. Muslim)

    Keutamaan ini membuat puasa Asyura menjadi salah satu ibadah sunnah yang paling dianjurkan setelah Ramadhan.

    Banyak ulama juga menganjurkan puasa Tasua pada tanggal 9 Muharram untuk membedakan amalan umat Islam dengan tradisi kaum Yahudi pada masa itu.

    Muharram Adalah Waktu yang Tepat untuk Muhasabah

    Tahun baru sering diidentikkan dengan target baru.

    Namun dalam Islam, pergantian tahun juga menjadi momen evaluasi diri.

    Karena itu memahami bahwa bulan muharram adalah awal tahun Hijriyah bisa menjadi pengingat untuk bertanya kepada diri sendiri:

    • Apakah sholat sudah lebih baik?
    • Apakah sedekah semakin rutin?
    • Apakah hubungan dengan orang tua semakin baik?
    • Apakah dosa-dosa yang lalu sudah ditinggalkan?

    Muharram mengajarkan bahwa perubahan besar sering dimulai dari evaluasi yang jujur terhadap diri sendiri.

    Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram

    Selain puasa Asyura dan Tasua, ada banyak amalan yang bisa dilakukan.

    Memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, serta memperbaiki kualitas ibadah termasuk amalan yang sangat dianjurkan.

    Karena bulan muharram adalah bulan mulia, maka memperbanyak amal saleh pada bulan ini menjadi kesempatan yang sangat berharga.

    Bukan karena pahalanya semata, tetapi karena bulan ini membantu hati kembali dekat kepada Allah SWT.

    Apa yang Bisa Dipelajari Anak Muda dari Bulan Muharram?

    Bagi abang dan kakak muda, Muharram mengajarkan satu hal penting.

    Perubahan tidak harus menunggu sempurna.

    Hijrah Nabi Muhammad SAW mengajarkan keberanian memulai langkah baru meskipun penuh tantangan.

    Karena itu memahami bahwa bulan muharram adalah simbol hijrah membuat banyak anak muda menjadikan bulan ini sebagai titik awal memperbaiki diri.

    Mulai dari memperbaiki sholat, menjaga pergaulan, memperbanyak sedekah, hingga membangun kebiasaan baik yang lebih konsisten.

    Muharram dan Kepedulian Sosial dalam Islam

    Muharram bukan hanya tentang ibadah pribadi.

    Islam juga mengajarkan kepedulian kepada sesama.

    Karena itu banyak umat Islam menjadikan Muharram sebagai momentum memperbanyak sedekah, santunan yatim, dan bantuan sosial.

    Semangat inilah yang juga dijalankan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmuslimbillionaire) melalui berbagai program sosial, santunan, dakwah, pembinaan umat, serta kegiatan kemanusiaan yang membantu masyarakat yang membutuhkan.

    Melalui program-program tersebut, umat Islam dapat menjadikan Muharram sebagai bulan berbagi, bukan hanya bulan refleksi diri.

    Kenapa Ilmu Tentang Muharram Tidak Boleh Diabaikan?

    Banyak orang mengenal Muharram hanya sebagai tahun baru Islam.

    Padahal lebih dari itu.

    Memahami bahwa bulan muharram adalah bulan yang dimuliakan Allah SWT membantu seorang Muslim lebih menghargai waktu dan kesempatan beramal.

    Karena tidak semua orang diberi kesempatan bertemu Muharram setiap tahun.

    Dan tidak semua orang menyadari besarnya pahala yang bisa diraih pada bulan yang mulia ini.

    Kini kita memahami bahwa bulan muharram adalah salah satu bulan paling mulia dalam Islam yang memiliki banyak keutamaan.

    Muharram bukan hanya awal tahun Hijriyah, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Mulai dari puasa Asyura, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, hingga memperluas manfaat melalui sedekah dan kepedulian sosial.

    Dan bagi yang ingin menjadikan Muharram sebagai momentum berbagi, berbagai program sosial dan dakwah yang dijalankan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire dapat menjadi salah satu sarana untuk menebarkan manfaat kepada umat.

    Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan Muharram yang penuh keberkahan dan menerima seluruh amal kebaikan yang kita lakukan.

    Kontak Media:

    Instagram : @masjidmuslimbillionaire
    Facebook : Masjid Muslim Billionaire
    Youtube : Masjid Muslim Billionaire
    Whatsapp : +628528542520

  • Hari Raya Idul Adha 1447 H di Masjid Muslim Billionaire: Dari Takbir Hingga Distribusi Kebahagiaan

    Bogor, 28 Mei 2026 – Hari Raya Idul Adha menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar Masjid Muslim Billionaire, karena terdapat program spesial yang kami jalankan yaitu ‘Qurban Bahagia‘ yang tahun ini bertajuk ‘Menyembelih Dengan Doa, Berbagi Dengan Kebahagiaan’.

    Suasana Hari Raya Idul Adha di Masjid Muslim Billionaire mulai terasa sejak adzan Maghrib berkumandang. Takbir menggema dari masjid utama hingga masjid-masjid sekitar, menghadirkan suasana haru sekaligus syukur menyambut datangnya hari raya qurban.

    Baca Juga : Kenapa Ada Hari Tasyrik dan Apa Makna Besarnya?

    Dan Idul Adha sesungguhnya dimulai sejak pagi hari mulai dari persiapan dan pelaksanaan Sholat Idul Adha yang berlangsung khidmat bersama para santri dan juga jamaah. Pelaksaan Sholat Idul Adha dipimpin oleh Ustadz Jaya Wijaya Irawan, Santri Pondok CEO Angkatan 1 dan Khotibnya adalah Ustadz Muhammad Raihan Rizalda, Santri Pondok CEO Angkatan 2.

    Usai pelaksanaan Sholat Idul Adha, proses penyembelihan hewan qurban segera dimulai. Para petugas dan tukang jagal mempersiapkan peralatan serta area penyembelihan untuk menjalankan amanah qurban dengan penuh kehati-hatian dan sesuai syariat.

    Selama acara, para santri dan jamaah dari Masjid Muslim Billionaire juga ikut bahu-membahu membantu proses pengulitan, pencacahan, hingga packing daging qurban di Balairung Masjid Muslim Billionaire.

    Ada juga beberapa santri dari Pondok CEO yang ditugaskan untuk mendistribusikan domba utuh ke masjid sekitaran dan juga ke pondok GGS (Gerakan Gizi Santri).

    Kiat ini kita lakukan karena terdapat beberapa masjid yang memang tidak ada sama sekali hewan qurbannya sehingga kami takut menimbulkan kecemburuan sosial ataupun mereka tidak bisa merasa bahagia di Hari Raya ini.

    Setelah seluruh proses selesai, daging qurban didistribusikan kepada warga, santri yang diasuh oleh Masjid Muslim Billionaire dan juga para lansia. Senyum dan rasa syukur yang terlihat dari wajah para penerima manfaat menjadi pengingat bahwa Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan qurban tapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan untuk sesama.

    Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, Idul Adha kembali mengingatkan bahwa kebahagiaan sering kali lahir dari kepedulian dan keikhlasan untuk berbagi. Bukan sekadar tentang menyembelih hewan qurban, tetapi tentang bagaimana rasa syukur diwujudkan melalui manfaat yang dapat dirasakan sesama.

    Semoga program Qurban Bahagia ini menjadi jalan kebaikan yang terus mengalir, menguatkan ukhuwah, dan menghadirkan keberkahan bagi para pequrban, penerima manfaat, serta seluruh pihak yang ikut mengambil bagian dalam setiap prosesnya.

    Kontak Media:

    Instagram : @masjidmuslimbillionaire
    Facebook : Masjid Muslim Billionaire
    Youtube : Masjid Muslim Billionaire
    Whatsapp : +628528542520